Allah

Jumat, 19 Februari 2021

Daring PAI Kelas 6 Semester 2 (Pertemuan Ke-5)

Bismillaaah.Assalaamu’alaikum.wr.wb.anak-anak unk daring PAI tgl 20 Febrauri 2021 silahkan tulis cerita di bawah ini: 

B.Berbaik Sangka



Jika sudah beres kalian upload di Grup WhatsApp Mapel PAI

Read more »

Kamis, 18 Februari 2021

Daring PAI Ke-5 Kelas 5 Semester 2

  

1. Apa yang Dimaksud dengan Rasul Ulul ‘Azmi?
2. Siapa saja yang termasuk Rasul Ulul Azmi?
3. Siapa nama anak nabi Nuh yang membangkang dan akhirnya mati tenggelam dengan adanya banjir besar?
4. Siapa nama ayah Nabi Ibrahim As yang berprofesi sebagai pembuat patung?
5. Sebutkan gelar yang di berikan oleh penduduk mekah kepada nabi Muhammad SAW ! bahkan gelar tersebut di berikan sebelum diangkat menjadi Rasul

Jika sudah selesai seperti biasa ya hasilnya di photo dan dijaprikan !

Selamat belajar !

Read more »

Jumat, 12 Februari 2021

Daring PAI Kelas 6 Semester 2 Bab 7 Pelajaran 8 Senangnya Berakhlak Terpuji (Pertemuan Ke-4)




Tugas daring kali ini silahkan kalian tulis materi di bawah ini 

Dan hafalkan 1 hadist yang terakhir yang bapak beri warna stabilo kuning hadist paling bawah. Selamat belajar !

A. Pengertian Perilaku terpuji 

Perilaku terpuji adalah segala sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai ajaran Islam. Orang yang baik akhlaknya tentunya didalam pergaulan sehari-hari akan senantiasa dicintai oleh sesama, dan tentunya mereka kelak dihari kiamat akan masuk surga bersama dengan nabi saw. Sebagaimana beliau bersabda dalam hadisnya yang artinya sebagai berikut:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ القِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا

“Sesungguhnya yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekat tempat duduknya denganku pada hari kiamat adalah mereka yang paling bagus akhlaknya di antara kalian.” (HR. Tirmidzi no. 1941. Dinilai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jaami’ no. 2201.)

Bahkan dengan akhlak mulia, seseorang bisa menyamai kedudukan (derajat) orang yang rajin berpuasa dan rajin shalat. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

“Sesungguhnya seorang mukmin bisa meraih derajat orang yang rajin berpuasa dan shalat dengan sebab akhlaknya yang luhur.” (HR. Ahmad no. 25013 dan Abu Dawud no. 4165. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Shahih At-Targhib wa At-Tarhiib no. 2643.)

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Tirmidzi no. 1162. Dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 284.)


YANG DI HAFALKAN HADIST DI BAWAH INI:


Dari Abu Hurairah, ia berkata,



سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ فَقَالَ « تَقْوَى


 اللَّهِ وَحُسْنُ الْخُلُقِ ». وَسُئِلَ عَنْ أَكْثَرِ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ النَّارَ فَقَالَ « الْفَمُ وَالْفَرْجُ »



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya mengenai perkara yang banyak


 memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab, “Takwa kepada Allah dan


 berakhlak yang baik.” Beliau ditanya pula mengenai perkara yang banyak memasukkan


 orang dalam neraka, jawab beliau, “Perkara yang disebabkan karena mulut dan


 kemaluan.” (HR. Tirmidzi no. 2004 dan Ibnu Majah no. 4246. Al Hafizh Abu Thohir

\

 mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).




Jika sudah selesai di japrikan seperti biasa ke nomor 087827115444.Terimakasih

Read more »

Kamis, 11 Februari 2021

Daring PAI Ke-4 Kelas 5 Semester 2

Bismillaahirrahmaanirraahiim.Assalaamu'alaikum.wr.wb.anak-anak unk daring kali ini, yaitu menulis materi di bawah. Selamat belajar !





C. Rasul Ulul ‘Azmi

1. Apa yang Dimaksud dengan Rasul Ulul ‘Azmi?
Ulul ’Azmi terdiri dari dua kata, yaitu Ulul dan al-Azmi. Ulul atau Ulu/Uli artinya mempunyai atau memiliki. Al-Azmi artinya teguh atau tekad yang kuat. Ulul ‘Azmi artinya memiliki keteguhan/tekad. Kalau disebut rasul Ulul ‘Azmi, maka artinya rasul yang memiliki keteguhan atau tekad. Para rasul Ulul
‘Azmi memiliki keteguhan, tekad, ketabahan, dan kesabaran yang sangat kuat, serta
teguh dalam menjalankan tugasnya, yaitu menyampaikan ajaran-ajaran Allah Swt.

2. Siapa Saja Rasul yang Tergolong Ulul ‘Azmi?

Rasul Ulul ‘Azmi itu adalah Nūh a.s., Ibrāh³m a.s., Mūsā a.s., Isā a.s., dan Muhammad saw.
Ayo, ikuti riwayat singkat para Rasul Ulul ‘Azmi berikut.

a. Nabi Nūh a.s. adalah keturunan kesepuluh dari Nabi Ādam a.s. Ia mengajak manusia
agar menyembah Allah Swt. dan melarang memperhambakan diri kepada selain
Allah Swt. Tetapi manusia di masa itu tidak mengacuhkan seruannya. Seruan Nabi
Nūh a.s. itu mereka sambut dengan cemooh dan ejekan. Selama 950 tahun Nabi Nūh
a.s. menyiarkan ajaran Allah Swt., tetapi umatnya tetap saja ingkar termasuk anaknya
sendiri yang bernama Kan’ān. Akhirnya Tuhan menurunkan kepada mereka siksaan
berupa banjir besar. Hanya sedikit orang yang selamat dari banjir besar. Mereka yang
selamat adalah para pengikut Nūh a.s.

b. Nabi Ibrāh³m a.s. adalah anak Azar tukang membuat patung-patung untuk dijadikan
sesembahan. Nabi Ibrāh³m a.s. hidup pada masa raja Namrud yang zalim, musyrik
dan kufur. Nabi Ibrāh³m a.s. mengajak raja Namrud dan kaumnya agar beriman dan
menyembah Allah Swt. Ia ajak agar mereka meninggalkan menyembah berhala. Ada
banyak kesabaran dan keteguhan Nabi Ibrāh³m a.s. yang dapat kita ketahui lebih
lanjut. Karena ketaatan Nabi Ibrāh³m kepada Allah Swt., maka doanya dikabulkan.

c. Nabi Mūsā a.s. adalah putra Imrān, keturunan Bani Israil. Ia hidup pada masa raja Firaun
yang sangat zalim, mengaku dirinya Tuhan. Siapa yang tidak mau menuhankannya,
maka orang itu akan dibunuh. Nabi Mūsā a.s. terus saja menyebarkan ajaran Allah
Swt. kepada kaum Bani Israil seraya berdoa agar diberi kawan yang membantunya.
Akhirnya diberilah Harun saudaranya yang membantu dakwahnya. Doa Nabi Mūsā
a.s. dikabulkan Allah Swt., maka Nabi Hārūn a.s. diangkat Allah Swt. menjadi Rasul. 
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 63

d. Nabi Isā a.s. adalah putra Maryam. Dengan kekuasaan Allah Swt. beliau dilahirkan
dengan perantaraan ibu saja. Keajaiban kelahiran ini menjadi ujian kepada manusia,
percaya atau tidak kepada kekuasaan Allah Swt. Nabi ³sā a.s. dalam menjalankan
dakwahnya, diancam dan direncanakan untuk dibunuh dengan cara disalib. Namun
Allah Swt. menyelamatkan Nabi ³sā a.s. dengan cara diangkatkan ke alam ghaib (mi’raj).
Ternyata yang terbunuh adalah orang yang menyerupai Nabi ³sā a.s. yaitu Yahuza
(Iskariot). Lihat Q.S. an-Nisa/4: 157: “... tidaklah mereka membunuh dan menyalib Isa,
hanya orang yang diserupakan Allah dengan Isā a.s. yang tersalib.”

e. Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw. sebagai Ulul ‘Azmi
Sejak usia muda, Nabi Muhammad saw. terkenal jujur, tabah, sabar, bertanggung
jawab, dan pekerja keras sehingga diberi julukan “al Amin” artinya terpercaya. Setelah
diangkat menjadi rasul, beliau tak henti-hentinya berdakwah mengajak umat manusia
menyembah Allah Swt. dan meninggalkan kemusyrikan yaitu penyembahan terhadap
berhala.

Dalam menyiarkan agama Allah Swt., Nabi Muhammad saw. sering dihadang, bahkan
diancam akan dibunuh oleh orang-orang kafir Quraisy. Abu Jahal adalah orang yang
paling membencinya. Pernah ketika Nabi Muhammad saw. sedang beribadah, Abu Jahal
dan komplotannya datang sengaja mengotorinya dengan najis. Namun Nabi Muhammad
saw. hanya berdoa kepada Allah Swt.: “Ya Tuhan kepada Engkau aku menyerahkan kaum
Quraisy”. Doa ini berulang-ulang beliau baca.

Dari peristiwa itu, Nabi Muhammad saw. bukanlah sosok manusia pendendam, tidak
membalas kejahatan Abu Jahal dan kawan-kawannya dengan tindakan yang sama, cukup
menyerahkan persoalannya kepada Allah Swt.

Selain jujur dan pemaaf, Nabi Muhammad saw. sangat menyayangi anak yatim. Nabi
pernah mengatakan: “ Barangsiapa yang memelihara dan mengasuh anak yatim dengan
sebaik-baiknya, kelak mereka akan masuk surga, dan tempatnya berdekatan denganku.
Hal ini diisyaratkan Nabi dengan jari telunjuk dan jari tengahnya yang berdekatan dan
tidak terhalang apa pun”. Begitulah kepedulian Nabi Muhammad saw. kepada umatnya.
Rasul terakhir adalah Nabi Muhammad saw., dialah nabi dan rasul penutup, tidak ada
lagi nabi dan rasul setelahnya. Karena Nabi Muhammad saw. sebagai penutup, maka
sering disebut dengan istilah khatamul anbiya artinya penutup atau penghabisan para
nabi dan rasul. 






Read more »

Jumat, 05 Februari 2021

Daring PAI Kelas 6 Semester 2 Bab 7 Pertemuan Ke-3

Bismillaahirrahmaanirrahiim.Assalaamu'alaikum.wr.wb.Anak-anak sekalian jangan lupa berdo'a dulu ya sebelum belajar!

 
                                     


Anak-anaku sekalian pada Daring ke 2 kemarin kalian merangkum materi mengenai Iman Kepada Qada dan Qadar. Nah untuk pertemuan ke-3 kalian isi ya so'al di bawah ini !

1. Apa yang di maksud dengan Qada?
2. Apa yang di maksud dengan Qodar?
3.Apa perbedaan Qodo dan Qodar?
4. Ada dua macam takdir yang terjadi pada diri manusia yaitu takdir mubram dan mu’allaq. Apa perbedaanya?sebutkan !
5. Dalam menjalani kehidupan di dunia terkadang kita mengalami takdir yang tidak di kehendaki. Pernahkah kalian mengalaminya?Coba kalian tulis pengalaman takdir yang tidak di kehendaki ! dan bagaimana cara kalian menyikapinya?

Selamat belajar !

Catatan: Jika sudah beres seperti biasa di photo dan japri ya ! 087827115444
Read more »

Kamis, 04 Februari 2021

Materi Daring PAI Ke 3 Kelas 5 Semester 2 Pelajaran 7 "Mari Mengenal Rasul-Rasul Allah"



Anak-anaku sekalian Tugas daring Pada Tanggal 05 Februari 2021 kali ini :
1. Merangkum materi di bawah ini 
2. Menghahafal SIfat Wajib dan Mustahil Bagi Rosul 

Catatan: 
-Nilai A : Jika rangkuman di tulis dengan baik dan lengkap
-Nilai B : Jika rangkuman di tulis kurang baik dan lengkap
-Nilai C : Jika rangkuman di tulis Tidak lengkap
-Nilai D: Jika rangkuman di tulis dengan asal-asalan

HASILNYA DI PHOTOKAN DAN DI KIRIM DI GRUP WA MAPEL PAI

A. Apa Makna Rasul Allah?

Rasul artinya utusan. Sedangkan Rasulullah artinya utusan Allah Swt., yaitu orang yang menerima wahyu dan berkewajiban menyampaikannya kepada orang lain atau umat manusia. Perhatikan Q.S. al-An’am/6: 48 berikut ini.

Artinya: “Dan tidak Kami mengutus para rasul melainkan untuk memberi kabar gembira dan peringatan”.

Ayat di atas menjelaskan tentang “alasan Allah Swt. mengutus para rasul”? Jawabannya adalah untuk memberi kabar gembira dan memberikan peringatan. 

Kabar gembira maksudnya menyampaikan janji Allah Swt. bagi orang yang menaati perintah-Nya. Bagi mereka diberikan kenikmatan dan kesenangan di dunia maupun di akhirat kelak. Rasul memberi peringatan, yaitu bagi mereka yang ingkar kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya akan mendapat balasan buruk yaitu neraka jahanam.

Nabi dan rasul adalah manusia biasa, laki-laki yang dipilih oleh Allah Swt. untuk menerima wahyu. Sebagaimana manusia lainnya rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia, yaitu makan, minum, berjalan-jalan, nikah, punya anak, merasa sakit, senang, susah, semakin tua, mati, dan sifat-sifat manusiawi lainnya.

B. Tugas dan Sifat Rasul-rasul Allah

Para utusan Allah mempunyai tugas yang sangat berat, yaitu memimpin manusia agar hidup sejahtera dan bahagia di dunia dan di akhirat. Agar tugas itu sukses dan berhasil, mereka diberi sifat-sifat yang istimewa oleh Allah Swt. Sifat tersebut lebih dikenal dengan “sifat-sifat wajib bagi rasul” artinya sifat yang harus dimiliki seorang rasul.

Ikutilah dialog Fatimah dan ayahnya berikut ini!

Pada suatu waktu terjadi percakapan Fatimah dan ayahnya tentang sifat-sifat rasul. Percakapan itu sebagai berikut:

“Apakah kamu sudah tahu sifat-sifat rasul itu Fatimah? ”tanya ayah Fatimah. “Insya

Allah tahu ayah, yaitu siddiq, amānah, tablig, dan fatānah,” jawab Fatimah. 

“Coba kamu jelaskan sifat-sifat itu secara rinci,” pinta ayahnya. “Wah, belum bisa ayah,” jawab Fatimah. “Nah, kalau begitu tolong ambilkan buku kecil di atas meja belajar abangmu, judulnya: Sifat-sifat Wajib bagi Rasul.

Coba kamu buka halaman 8 sampai 10, bacalah dengan baik, nanti kamu jelaskan isinya, kamu pasti bisa,” kata ayahnya meyakinkan Fatimah.

Beberapa jam kemudian Fatimah menghampiri ayahnya yang masih duduk bersama ibunya di ruang makan, seraya berkata “Ayah, aku sudah selesai membaca halaman 8 sampai 10.” “Bagus, sekarang coba kamu jelaskan isi buku yang kamu baca tadi,” pinta ayahnya. “Baiklah ayah,” balas Fatimah dengan penuh semangat.

Pertama, rasul itu bersifat siddiq artinya jujur dan benar. Seorang rasul selalu benar

dalam perkataan dan perbuatan, mustahil dia berkata dusta atau bohong.

Kedua, rasul harus amānah artinya dan dapat dipercaya. Seorang rasul mustahil

khianat. Dia wajib menyampaikan amanah Allah Swt. kepada kaumnya. Semua perkataan,

perbuatan dan tindakan rasul harus benar, dan tidak boleh ingkar janji.

Ketiga, rasul bersifat tabl³g artinya menyampaikan. Seorang rasul harus menyampaikan

pesan Allah Swt. kepada umat walaupun terasa sulit atau dianggap membahayakan.

Rasul tidak boleh menyembunyikan sesuatu yang telah diberikan Allah Swt. kepadanya.

Keempat, rasul bersifat fathānah artinya cerdas, pandai dan bijaksana. Seorang rasul harus pandai dan cerdas akalnya, memiliki kekuatan berpikir yang tinggi, dan memiliki hati yang bersih atau akal budi yang tinggi. Dengan sifat ini, seorang rasul dapat menyelesaikan tugas kerasulannya dengan baik. 

“Nah, perlu diketahui bahwa sifat-sifat para rasul yang diuraikan di atas tidak cukup kalau hanya diketahui saja, tetapi harus menjadi sifat dan perilaku kita sebagai manusia dan pengikut para rasul”, kata ayah Fatimah mengakhiri percakapan.

Sekarang kalian tulis dan hafalkan ya SIfat Wajib dan Mustahil Bagi Rasul di Bawah Ini !

DI bawah ini ada Motivasi yang mana ini ada di dalam Al-Qur’an untuk kalian mengenai orang yang berilmu. Yakni Orang yang berilmu Allah akan tinggikan derajatnya. Jadi tetap semangat ya untuk menimba ilmu

يَرْفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.

(Q.S.Al-Mujadilah : 11)

Read more »

Jumat, 29 Januari 2021

Daring PAI KELAS 6 SEMESTER 2 BAB 7 Pertemuan Ke-2 Iman Kepada Qada dan Qadar


Bismillahirrahmaanirraahiim.Assalaamu'alaikum.wr.wb. Untuk daring kali ini kalian rangkum ya materi di bawah ini 

Kemudian hasilnya di photo dan di japrikan seperti biasa ke nomor 087827115444

A. Pengertian Iman Kepada Qada dan Qadar

Iman kepada qada dan qadar merupakan rukun iman yang keenam. Oleh karena itu, maka kita harus percaya adanya qada dan qadar yang telah ditetapkan Allah SWT.

1. Pengertian Qada

Qada menurut bahasa berarti keputusan atau ketetapan. Sedangkan menurut istilah keputusan atau ketetapan Allah SWT terhadap semua makhluk-Nya yang telah ditetapkan sejak zaman azali. 



Contohnya :
a. Matahari terbit dipagi hari dan bersinar terang disiang hari,
 sedangkan bulan terbit pada malam hari;


b. Allah SWT menetapkan makhluk pasti mati;

c. Ibu berjenis kelamin perempuan, sedangkan ayah berjenis kelamin laki-laki.
Itu juga termasuk contoh qada;


d. Allah SWT juga yang menetapkan kelahiran seseorang.

2. Pengertian Qadar

Qadar menurut bahasa adalah ukuran atau ketentuan.
 Menurut istilah Qadar adalah ketentuan Allah SWT yang telah terjadi terhadap
 semua makhluk-Nya. 

Qadar adalah ketentuan atau ketetapan Allah telah terjadi pada makhluk-Nya.
 Qadar inilah yang dinamakan dengan takdir.

Contohnya : Segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT itu senantiasa ditentukan
 dengan ukuran tertentu. Misalnya, si A ukuran rezekinya sekian,
 si B umurnya sekian tahun, hujan di daerah A sekian jam, dan sebagainya. 

Begitu juga dengan kehidupan di muka bumi ini,
 misalnya matahari terbit dari timur, tenggelam ke arah barat,
 benda jatuh ke bawah, dan tanaman tumbuh ke atas. 

Semua itu adalah ketentuan yang sudah digariskan Allah SWT
 yang sering kita sebut dengan sunnatullah atau kehendak Allah SWT.

Jadi yang dimaksud dengan beriman kepada Qada dan Qadar adalah
 percaya serta meyakini sepenuh hati bahwa Allah SWT memiliki kehendak,
 ketetapan, keputusan atas semua makhluk-Nya.

B. Hubungan Antara Qada dan Qadar

Qada artinya keputusan atau ketetapan Allah SWT terhadap semua makhluk atas segala
sesuatu yang akan terjadi baik di dunia maupun di akhirat kelak, sedangkan qadar adalah segala ketentuan Allah SWT yang telah terjadi. Manusia tidak ada yang mengetahui
 qada dan qadar atas dirinya. Qada dan qadar disebut juga dengan takdir.
 Ataupun takdir itu adakalanya baik, adakalanya buruk.
 Namun kita sebagai seorang Mus- lim harus yakin,
 bahwa apapun yang ditakdirkan oleh Allah SWT pasti mengandung hikmah.

Ada dua macam takdir yang terjadi pada diri manusia yaitu takdir mubram dan mu’allaq.

a) Takdir mubram adalah ketentuan dari Allah SWT yang tidak dapat diubah oleh manusia, seperti: bayi lahir laki-laki atau perempuan, kematian, terjadinya hari kiamat dan sebagainya.

b) Takdir mu’allaq adalah ketentuan Allah SWT yang mungkin dapat diubah oleh manusia
dengan jalan ikhtiar dan berdoa, misalnya orang yang bodoh menjadi pandai apabila rajin belajar, orang miskin dapat menjadi kaya apabila rajin berusaha dan bekerja keras.

C. Hikmah Beriman Kepada Qada dan Qadar

Dengan beriman kepada Qad{a dan Qadar, seorang muslim tidak akan putus asa
atas segala cobaan dan musibah yang menimpa. Mereka akan bersyukur atas
 segala nikmat yang diterima dan berusaha menerima segala cobaan
 dan ujian yang menimpa. Adapun hikmah dari
 Qada dan Qadar sebagai berikut:

1. Perlunya berusaha dalam kehidupan

Dalam menghadapi hidup, kita harus berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang terbaik. Suatu kenikmatan dari Allah SWT tidak datang begitu saja tanpa adanya usaha atau (ikhtiar).
 Kita tidak pantas berputus asa, karena pada hakikatnya Allah SWT tidak akan
 mengubah nasib kecuali kita sendiri mau berusaha untuk merubahnya.

2. Sabar menghadapi cobaan

Sebelum mendapatkan sesuatu yang kita cita- citakan, pasti akan banyak rintangan dan 
cobaan yang kita lalui. Semakin tinggi derajat seseorang, semakin tingi pula ujian
 dan cobaan yang Allah SWT berikan kepadanya. Dengan beriman kepada Qada
 dan Qadar, kita akan tabah dan sabar dalam menghadapi ujian yang Allah SWT
 berikan. Kita tidak akan menyalahkan orang lain, karena kita sadar
 bahwa kejadian datang dari Allah SWT.

Apakah kamu mempunyai cita-cita? Sudahkah kamu berusaha untuk mencapainya?
 Jika kamu menemui kegagalan, bukan berarti Allah SWT membencimu,
 tapi Allah SWT ingin melihat kamu berusaha lebih keras lagi. 
Jangan lupa pula untuk berdoa kepada Allah SWT agar diberi kemudahan.

Jangan lupa setelah di tulis kemudian kalian baca dan hafalkan ya. 

Bagi yang mempunyai kuota bisa melihat video di bawah ini untuk lebih jelasnya.
Selamat belajar !

Read more »
 
Back to top